Sistem Reproduksi Pada Manusia

Masih terus berlanjut ya soba dalam mengupdate berbagai materi Biologi yang tentu saja akan menjadi salah satu artikel yang paling sobat minati dalam membaca website genggaminternet.com ini, Kali ini kita akan mencoba membahas sistem reprodusi pada manusia. Tentu saja saat sobat membaca artikel ini, dimanapun sobat berada, saat ini mungkin sedang terjadi proses kelahiran bayi. satu atau beberapa bayi baru saja dilahirkan. karena setiap hari dan di hari yang sama, setidaknya 250 bayi di lahirkan di seluruh dunia, sangat mengaggumkan bukan sobat.? Kelahiran merupakan suatu hal yang alami pada setiap makhluk hidup, begitu pula dengan manusia. kelahiran menjadi suatu keharusan karena tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat hidup selamanya. Kita memerlukan keturunan agar kehidupan manusia di bumi terus berjalan.

Gangguan sistem Reproduksi Pria

Sistem Reproduksi manusia pada umumnya tidak berbeda dengan sistem reproduksi pada mamalia. Laki-laki dan perempuan mempunyai empat komponen utama dalam sistem reproduksinya, yaitu organ penghasil sel kelamin, saluran reproduksi, kelenjar tambahan dan alat kopulasi.

1. Sistem Reproduksi Laki-Laki

Taukah sobat sistem reproduksi laki-laki dirancang untuk dapat menghasilkan, menyimpan dan mengirimkan seperma. Sistem reproduksi laki-laki terdapat 4 bagian, Yakni tesis, saluran reproduksi, kelenjar tambahan dan penis. Untuk lebih jelasnya mari kita simak langsung pembahasanya satu persatu di bagian bawah ini.

a. Testis
Testis atau di sebtu juga dengan pelir merupakan organ kelamin laki-laki yang berfungsi sebagai penghasil sel-sel seperma. Testis memiliki jumlah sepasang dan terdapat di dalam kantong testis (skrotum)yang berada di luar tubuh. Testis terdiri atas beberapa bagian, Yakni Tubulus Seminiferus, Sel Leydig dan Tunica albuginea, yang mana di artikel berikutnya akan kita bahas secara rinci.

b. Saluran Reproduksi
taukah sobat saluran reproduksi laki-laki terdiri dari 4 bagian yakni sebagai berikut ini : Tubulus recti, saluran everencia (vasa everentia), saluran epididimis (vasa epididymis) dan saluran deferensia ( vasa deferentia). Untuk sobat yang mencari penjelasan rincinya maka di artikel berikutnya akan saya bagian tentang sistem reproduksi laki-laki, di tunggu saja ya.

c. Kelenjar Tambahan
Taukah sobat pada sistem reproduksi laki-laki terdapat tiga kelenjar tambahan yang meliputi kantong semen (Vesica seminalis), Kelenjar Prostat dan kelenjar Cowperi.

d. Penis
Taukah sobat Penis merupakan Alat Kopulasi. Kopulasi merupakan peristiwa masuknya mr. P kedalam miss V untuk menyalurkan seperma. saluran ureta pada penis memiliki fungsi rangkap, yakni untuk mengeluarkan urine dan juga untuk pelepasan cairan semen.

2. Sistem Reproduksi Pada Perempuan

Taukah sobat sistem reproduksi perempuan terdiri dari empat bagian yakni sebagai berikut ini, Indung Telur (Ovarium), saluran telur (tuba fallopii), Rahim (uterus) dan Vagina. baiklah untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu ke 4 sistem reproduksi pada perempuan tersebut di bawah ini.

a. Indung Telur
setiap perempuan memiliki sepasang ovarium, yakni ovarium kanan dan ovarium kiri. Ovarium memiliki dua fungsi utama yakni menghasilkan sel telur dan hormon perempuan. Proses pembentukan sel telur (Ovum) disebut oogenesis. Proses pembentukan ovum ini terjadi secara bertahap dan terjadi secara periodik, Yakni sekali dalam sebulan. Peristiwa keluarnya telur dari indung telur di sebut ovulasi. Hormon perempuan yang diproduksi oleh ovarium adalah estrogen dan progesteron.

b. Saluran Telur (Tuba Fallopii/Oviduct)
Saluran telur berjumlah dua buah pasang, yakni kanan dan kiri dengan panjang sekitar 12 cm. pada bagian pangkal berbentuk seperti corong yang berjumbai untuk menangkap sel telur. pada saluran ini sel telur menunggu datangnya sel seperma untuk membuahinya.

c. Rahim (Uterus)
Rahim merupakan organ yang dipersiapkan sebagai tempat tumbuh berkembangnya embrio sampai meenjadi janin (bayi) yang siap dilahirkan. Rahim berbentuk seperti kantong dan berdinding tebal dengan ukuran panjang lebih kurang 7,5 cm dan lebar 5 cm. Dinding Rahim tersusun dari tiga lapis jaringan yakni Lapisan luar (serosa), tengah (myometrium) dan dalam (endometerium).

Dinding Rahim akan mengalami perkembangan yang dinamis. seiring proses pematangan telur, dinding rahim akan menebal. Penebalan dinding disiapkan untuk pelekatan (implantasi) embrio bila terjadi pembuahan. Bila terjadi implantasi embrio, maka dinding akan luruh dan terjadilah peristiwa menstruasi. Menstruassi akan terjadi secara periodik sekali tiap bulan.

d. Vagina
Vagina merupakan alat kopulasi perempuan dan sekaligus sebagai jalan keluarnya Janin saat melahirkan. selain sebagai organ seksual, Vagian juga berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan endometerium yang meluruh saat menstruasi.

Materi Referensi :

Anggota IKAPAI. 2006. IPA TERPADU 3A. Jakarta: Yudistira. Halaman : 12- 16.

Latian Soal Sobat :

1. Mengapa Laki-laki di sarankan untuk tidak menggunakan Celana dalam terlalu ketat.?
2. Apakah menstruasi dapat terjadi setelah fertilisasi.? Jelaskan.!

Baca Juga :

Sistem Ekskresi Manusia
Gangguan Sistem Ekskresi

Nah demikian ya sob artikel tentang Sistem Reproduksi Pada Manusia untuk kali ini, semoga artikel kali ini dapat membantu sobat semuanya dalam mengerjakan berbagai tugas yang di berikan bapak/ibu guru. Dan jika sobat sudah menyelesaikanya maka sekarang saatnya sobat menyelesaikan soal yang kami berikan di atas. semoga dengan ttambahan soal di atas bisa membantu sobat dalam memahami Tentang Materi sistem reproduksi manusia.

Incoming search terms:

  • sistem reproduksi pada manusia
  • proses kopulasi manusia
  • proses kopulasi
  • proses kopulasi pada manusia
  • kopulasi manusia
  • kopulasi terjadi di mana
  • kopulasi pada manusia
  • kopula
  • foto organ reproduksi pada manusia
  • bagaimana sistm reproduksi pd manusia brkn keterngn
Sistem Reproduksi Pada Manusia | yasri | 4.5