Sejarah Penemu dan Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Sobat Genggaminternet.com Bahagia sekali rasanya kita kembali lagi bersua di materi yang masih sama seperti post sebelumnya yakni Materi Sejarah, Dan di kesempatan kali ini kita masih akan membahasa mengenai manusia Purba, yang mana Judul artikel kali ini adalah Sejarah Penemu dan Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus, banyak yang bertanya kepada admin tentang sejarah Manusia purba yang satu ini, maka dari itu untuk menjawab pertanyaan itu admin mencoba untuk memaparkanya kepada teman-teman semuanya disini, sehingga sobat akan dengan mudah menemukan jawaban dari segara pertanyaan tentang manusia purba Meganthropus Paleojavanicus ini.

Meganthropus Paleojavanicus

Penemuan manusia purba pada lapisan Pleistosen terdapat di berbagai tempat di dunia ini, hal ini termasuk juga di Indonesia. Menurut T. Jacob, manusia memiliki ciri-ciri biologis berdiri tegak serta kapasitas otak yang relatif lebih besar. Penelitan manusia purba di Indonesia sendiri di pelopori oleh Eugene Dubois yang berasal dari Belanda,Ny. Selenka, Ter Hear, Oppenoorth dan van Koenigswald. nah itu tadi sedikit gambaran sejarah mengenai Manusia purba serta sejarah awal mula penemuanya, sekarang kita akan masuk ke pembahasan mengenai Meganthropus Paleojavanicus di bawah ini.

Taukah sobat genggaminternet.com bahwa Fosil Meganthropus Paleojavanicus di nyatakan sebagai Fosil manusia purba paling Primitif. Meganthropus Paleojavanicus sendiri di artiken sebagai “Manusia Raksasa Dari Jawa”. Untuk jenis mausia purba ini Pertama kali di temukan oleh Orang yang bernama Van Koenigswald antara tahun 1936 sampai 1941 di daerah Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Daerah Sangiran termasuk dalam fauna Jetis yang digolongkan dalam lapisan Pleistosen Bawah. Fosil yang ditemukan adalah bagian rahang bawah dan rahang atas kiri dengan gigi geraham Manusia purba jenis Meganthropus Paleojavanicus memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.

Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus :

1. Memiliki tubuh yang kekar dan tegap
2. Rahang yang besar
3. Memiliki bentuk geraham seperti manusia tetapi tidak berdagu seperti kera.
4. Memiliki tulang pipi yang tebal
5. Ada tonjolan di kening dan belakang kepalanya
6. Makanan pokok tumbuh-tumbuhan
7. Hidup pada 2 –1 juta tahun yang lalu.

Berikut ini Beberapa Fosil yang Berupa Fragmen Rahang Meganthropus Paleojavanicus yang di Temukan dari Tahun Ketahun, silahkan simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

1. Meganthropus A / Sangiran 6

Meganthropus A / Sangiran 6

Ini merupakan Fragmen Rahang yang sangat besar, pertama kali Fragmen rahang ini ditemukan pada Tahun 1941 oleh oleh Von Koenigswald . Koenigswald ditangkap oleh Jepang dalam Perang Dunia II, tapi berhasil mengirim cast rahang untuk Franz Weidenreich .

  • Weidenreich menjelaskan dan memberi nama spesimen pada tahun 1945, dan terpana dengan ukurannya.
    Kemudian hominid ini adalah hominid yang memiliki rahang terbesar yang dikenal. Rahang itu kira-kira sama tingginya dengan gorila tetapi memiliki bentuk yang berbeda.
  • Sedangkan antropoid dengan mandibula (rahang) memiliki tinggi yang terbesar di simfisis, yaitu di mana dua rahang bawah bertemu, hal ini tidak terjadi di Sangiran-6, di mana ketinggian terbesar terlihat di sekitar posisi pertama molar (M1).
  • Weidenreich menganggap ini adalah gigantisme acromegalic, tapi akhirnya tidak menggolongkannya karena tidak memiliki fitur khas seperti dagu yang menonjol berlebihan dan giginya yang kecil dibandingkan dengan ukuran rahang itu sendiri.
  • Weidenreich tidak pernah membuat perkiraan ukuran langsung dari hominid ini berasal, namun mengatakan itu 2/3 ukuran Gigantopithecus , yang dua kali lebih besar sebagai gorila, yang membuatnya seperti setinggi sekitar 8 kaki (2,44 m) tinggi. Tulang rahangnya digunakan dalam bagian dari rekonstruksi tengkorak Grover Krantz, yang hanya setinggi 8,5 inci (21 cm).

2. Meganthropus B / Sangiran 8

Meganthropus B / Sangiran 8

Meganthropus B merupakan rahang lain yang di jelaskan oleh Marks pada tahun 1953, yang mana pada saat itu ukuranya hampir sama dan bentuknya seperti mandibula asli, akan tetapi kondisinya rusak parah.Temuan terbaru oleh tim Jepang dan Indonesia memperbaiki fosil yang sudah dewasa ini dan menunjukkan spesimen inilebih kecil dari spesimen yang diketahui H. Homo.
Anehnya, spesimen itu memiliki beberapa ciri unik untuk mandibula yang ditemukan pertama dan tidak dikenal di H. Homo. Tidak ada perkiraan ukuran yang belum pasti.

3. Meganthropus C / Sangiran 33/BK 7905

Meganthropus C

Meganthropus C Merupakan Fragmen mandinula yang di temukan pada tahun 1979 dan memiliki beberapa karakteristik yang sama dengan mandibula yang sebelumnya ditemukan. Hubungannya dengan Meganthropus tampaknya menjadi yang paling lemah dari penemuan mandibula.

4. Meganthropus D

Meganthropus D

Mandibula ini diakuisisi oleh Sartono pada tahun 1993, dan berkisar antara 1,4 dan 0,9 juta tahun lalu. Bagian ramus rusak parah, tetapi fragmen mandibula relatif terluka, meskipun rincian dari gigi telah hilang.
Hal ini sedikit lebih kecil dari Meganthropus-A dan sangat mirip dalam bentuknya. Sartono, Tyler, dan Krantz sepakat bahwa Meganthropus-A dan D sangat mungkin merepresentasikan dari spesies yang sama.

5. Meganthropus I / Sangiran 27

Meganthropus I

Spesimen Tyler ini digambarkan sebagai tengkorak yang hampir lengkap tapi hancur dalam batas ukuran Meganthropus dan di luar batas (diasumsikan) H. Homo. Spesimen ini tidak memiliki jendolan ganda yang hampir bertemu di atas tempurung kepala dan punggung nuchal sangat tebal.

6. Meganthropus II / Sangiran 31

Meganthropus II

Meganthropus II merupakan fragmen tengkorak yang pertama kali dijelaskan oleh Sartono pada tahun 1982. Analisis Tyler sampai pada kesimpulan bahwa itu adalahkisaran normalnya H. Homo. Tempurung kepala lebih dalam, lebih rendah berkubah, dan lebih luas daripada sebelumnya spesimen sebelumnya yang ditemukan. Ia memiliki sagittal crest yang sama atau punggung temporal ganda dengan kapasitas tengkorak sekitar 800-1000cc.

Baca Juga : Kehidupan Masyarakat Prasejarah Indonesia

Nah sobat genggaminternet.com saya rasa artikel kali ini kita cukupkan sampai disini, semoga informasi mengenai mansusia purba Meganthropus Paleojavanicus ini bisa menambah wawasan anda semuanya, dan untuk adik-adik yang mengerjakan Tugas tentang sejarah manusia purba Meganthropus Paleojavanicus ini, selamat mengerjakan tuganya. semoga apa yang kami sajikan di sini bisa menjawab semua pertanyaanya ya, jangan lupa untuk membagikan juga kepada teman-teman yang lainya tentang artikel ini, kami sangat berharap artikel dan website ini lebih di kenal banyak orang lagi dan lebih bermanfaat bagi orang banyak, terima kasih.

Incoming search terms:

  • meganthropus paleojavanicus
  • meganthropus
  • meganthropus palaeojavanicus
  • ciri ciri meganthropus
  • Megantropus
  • penemu meganthropus paleojavanicus
  • megantropus paleojavanicus
  • ciri ciri meganthropus paleojavanicus
  • penemu meganthropus
  • ciri ciri megantropus
Sejarah Penemu dan Ciri-Ciri Meganthropus Paleojavanicus | yasri | 4.5