Proses Pembentukan Urine Pada Manusia

Baiklah Setelah beberapa hari kita membahas mengenai Materi KN maka pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membahas secara rinci materi biologi yang memiliki judul Proses terbentuknya Urine, tentu hal ini sangat penting bagi kehidupan manusia. Saya yakin teman-teman pembaca website genggaminternet sudah tidak sabar ingin membaca secara detail tentang proses pembentukan urine itu sendiri, baik mari kita langsung simak materinya di bawah ini.

Taukah kamu sobat genggaminternet bahwasanya pembentukan urine terjadi Melalui Tiga roses, Yakni yaitu penyaringan (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengeluaran zat (augmentasi). Zat yang ada di dalam darah mengandung zat yang bermanfaat serta zat sisa yang beracun. zat-zat yang masih dapat di pakai ataupun di manfaatkan kembali akan di serap oleh tubuh kita, melalui pembuluh darah di ginjal. sementara itu zat-zat sisa yang beracun harus segera dikeluarkan dari tubuh, Zat-zat yang berguna dan zat-zat beracun dipisahkan melalui proses penyaringan. Proses penyaringan darah terjadi di dalam badan Malpighi, khususnya glomerulus, yang terdapat di bagian kulit ginjal. Darah masuk ke ginjal melalui arteri ginjal, këmudian menuju ke glomerulus untuk disaring. Hasil penyaringan darah oleh glomerulus ini berupa filtrat glomerulus. Selanjutnya, filtrat masuk ke dalam kapsula Bowman dan disebut urine primer.

Pembentukan Urine

Molekul-molekul Besar contohnya protein serta sel-sel darah tidak mampu melewati glomerulus. oleh karena itu Filtrat glomerulus hanya mengandung zat gula, air, garam-garam mineral serta asam amino yang masih di butuhkan oleh tubuh manusia. Filtrat Glomerulus kemudian di alirkan melalui tebulus-tubulus yang berada di dalam sumsum ginjal. Di sepanjang tubulus (saluran), terjadi penyerapan kembali (reabsorpsi) zat-zat yang masih dibutuhkan oleh tubuh. Pembuluh-pembuluh kapiler di dinding tubulus menyerap zat gula, asam amino, dan garam-garam mineral dalam bentuk ion-ion anorganik untuk dibawa masuk ke aliran darah. Zat-zat yang tidak terserap ke dalam darah disebut filtrat tubulus atau urine sekunder.

Filtrat tubulus kemudian terus mengalir di sepanjang tubulus dan bergabung dengan zat-zat sisa yang lain menuju ke tubulus distal. Di dalam tubulus distal terjadilah proses augmentasi. Setelah menjalani proses tersebut, terbentuklah urine Sesungguhnya yang dikumpulkan melalui tubula kolekta untuk dialirkan menuju rongga ginjal. Dan rongga ginjal, urine dialirkan melalui ureter menuju ke kantong kemih (vesica urinaria). Pada pangkal kantong kemih terdapat otot melingkar (sfingter). Jika kantong kemih penuh, otot melingkar tersebut tertekan dan merenggang. Merenggangnya otot lingkar pada pangkal kantong kemih menimbulkan rangsangan berupa keinginan buang air kecil. Selanjutnya, urine dibuang ke luar tubuh melalui uretra.

Baik kemudian Setelah mengalammi proses Filtrasi, Reabsorpsi dan augmentasi terbentuklah urine yang didalamnya terkandung zat-zat sisa dan zat-zat berlebih yang mana sudah tidak di gunakan tubuh. Urine yang di keluarkan dan ginjal sebagian besar lebih kurang 95% terdiri dari air. sedangkan sisanya lebih kurang 5% terdiri dari zat-zat seperti di bawah ini.

Zat-zat sisa  :

  1. Urea, asam urine, dan amonia yang merupakan sisa-sisa pembongkaran protein.
  2. Garam-garam mineral, terutama garam dapur.
  3. Zat warna empedu, yang menyebabkan urine berwarna kekuning-kuningan.
  4. Zat-zat yang berlebihan dalam darah, seperti vitamin. obat-obatan, dan hormon.

Saat ini Seorang Dokter mampu mendiagnosis suatu penyakit dengan mengetahui kandungan zat di dalam air kencing pasien melalui tes urine. Urine seseorang yang masih mengandung zat gula menunjukkan bahwa orang tersebut menderita penyakit kencing manis (diabetes melitus), sedangkan urine yang masih mengandung protein menunjukkan adanya kerusakan pada ginjal.

Urine

Ginjal sehat atau Ginjal normal yang cukup mendapatkan air minum, dapat mengeluarkan hampir semua zat yang tidak diperlukan oleh tubuh. Apabila terlalu sedikit memperoleh air minum, urine menjadi pekat. Hal itu dapat mengakibatkan peradangan pada ginjal dan kantong kemih. Ketika tubuh berkeringat lebih banyak dan biasanya karena sakit, ginjal akan kekurangan air. Akibatnya, urine berwarna kuning tua. Jika kita banyak minum air, darah akan mengandung lebih banyak air. Akibatnya ginjal akan menghasilkan banyak urine yang encer (tidak pekat) berwama kuning muda (pucat).

Nah Untuk Ringkasan Proses Pembentukan Urine silahkan saja teman-teman langsung lihat seperti di bawah ini :

Mekanisme Singkatnya : Darah -> Badan Malpighi -> Sumsum Ginjal -> Urine Sekunder -> Pelvis  -> Kantong Kemih -> Uretra

Nah sekarang teman-teman sudah mengerti ya tentang Proses Pembentukan Urine itu sendiri, saya yakin jika teman-teman membacanya dengan seksama pasti akan memahami penjelasan tentang Proses pembentukan urine itu sendiri, Berikut ini saya bagikan pula Sumber Referesi artikel ini di Tulis. Selamat Belajar.

^^(Sumber : Konsep dan Penerapan Sains Biologi, Hal : 74-76, Penerbit : Tiga Serangkai, Penulis : Drs. Sunarto.dkk.2004. Solo. Jilid 6)

Incoming search terms:

  • proses pembentukan urine
  • proses pembentukan urine secara singkat
  • proses pembentukan urine pada manusia
  • yhsm-plushome_001
  • proses terbentuknya urine
  • proses pembentukan urin
  • proses terbentuknya urine pada manusia
  • mekanisme pembentukan urine
  • proses pembentukan urin secara singkat
  • proses pembentukan urine pada ginjal
Proses Pembentukan Urine Pada Manusia | yasri | 4.5