Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Penelitian Sejarah Lisan

Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Penelitian Sejarah Lisan – Pendapat Seignobos yang juga di setujui oleh Gottschalk, Bahwa metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis rekaman dan peninggalan masa lampau secara kritis. Produk masa lalu itu biasanya terekam dalam bentuk dokumen atau artefak disamping Imajinasi tradisional. Unsur-unsur itulah titik tolak metode sejarah. Setiap produk masa lalu itu direkonstruksi (dibangun) sehingga terbentuk “historical setting”, dan dengan demikian produk itu dapat dipahami didalam bingkainya. Landasan utama metode sejarah (Frederick dan Seori Seoroto) ialah bagai mana membangun bukti-bukti sejarah dan bagaimana menghubungkanya atau memahaminya didalam historical setting satu dengan yang lainya. Pemahaman masa lalu dilakukan dengan dua pendekatan, Yakni :

a. Objektif
Pendekatan Objektif Yakni Penelit menempatkan dirinya dimasa lalu dan memahaminya menurut konsep masa lalu
b. Subjektif
Pendekatan Subjektif adalah si peneliti memahami masa lalu menurut setting masa kini.

Penelitian Sejarah Lisan

Yang perlu dipahami adalah setiap peristiwa sejarah merupakan satu-satunya atau unik, sehingga tiap rangkaian sejarah tidak dapat dipertimbangkan dengan yang lainnya.

Dalam penulisan kisah atau cerita yang disampaikan oleh pelaku sejarah atau saksi sejarah merupakan suatu informasi yang sangat berharga, kedudukan mereka sebagai sumber sejarah lisan.Untuk mendapatkan fakta sejarah, Peneliti sejarah harus melakukan wawancara dengan narasumber tersebut. Untuk mengadakan wawancara dengan Narasumber peneliti harus terlebih dahulu mengadakan perencanaan penelitian yang bisa disebbut proposal yang membuat hal-hal berikut ini :

1. Latar Belakang, Yang anatara lain memuat Fakta-fakta yang ada dalam masyarakat yang berasal dari koran atau media massa lainya.
2. Rumusan masalah, Yang diawali dengan analisis masalah, Ruang lingkup masalah, Pembatasan masalah, Rumusan pertanyaan penelitian.
3. Telaah Pustaka, Berisi tujuan ilmiah mengenai sumber-sumber pustaka (buku) yang terkait.
4. Tujuan penelitian, menguraikan tujuan yang akan di capai dalam penelitian
5. Manfaat penelitian, Terutama bagi sponsor peneliti, untuk meyakinkan bahwa penelitian tersebut sangat bermanfaat bagi pengembangan ilmu.
6. Metodolgi Penelitian, diuraikan metodologi penelitian, instrumen penelitian, tempat penelitian, sumber data, serta teknik pengolahan data dan menganalisis data.
7.Waktu Penelitian, Berisi tentang kalender kegiatan secara rinci
8. Personalia penelitian, dapat dilaksanakan oleh beberapa orang sehingga dibuat tim peneliti
9. Biaya, di sesuaikan dengan pelaksanaan penelitian dan diperhitungkan secara rasional
10. Daftar pustaka, Misalnya : Buku, Majalah dan surat kabar, sebagai acuan penelitian
11. Lampiran, Berupa riwayat hidup peneliti, Instrumen peneliti, Dan daftar responden atau pelaku sejarah.

Pelaksanaan Penelitian Sejarah Lisan
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik wawancara. karena itu harus ada kontak secara langsung antara pewawancara dengan narasumbe. Pernyataan diberikan secara lisan. Pewawan cara aktif mencatat atau merekam kemudian menilai atas jawaban yang di berikan. Pada umumnya pelaku sejarah sudah berusia lanjut. Karena itu, Pelaksanaan wawancaranya harus sabar dan perlahan-lahan. Saat ini banyak para pelaku atau saksi sejarah telah berusia sendiri.

Penyusunan Laporan Meliputi :
I. Peendahuluan
– Latar Belakang
– Tujuan Penelitian
II. Meteodologi
II. Duta(Artefak, Dokumen, Tradisi)
– Peristiwa sejarah
-Historical setting
IV. Pengolahan Data
– Appraising
– Rekonstruksi
– Penemuan
V. Penutup

Baca Juga :

 

 

Incoming search terms:

  • sumber lisan medangkamulan
  • 4 prinsip penelitian sejarah lisan
  • menganalisis prinsip dasar dalam penelitian sejarah
Prinsip-Prinsip Dasar Dalam Penelitian Sejarah Lisan | yasri | 4.5