Pertukaran Gas Di Dalam Tubuh Manusia

Pertukaran gas pada manusia, Seperti halnya hewan vertebrata yang lain terjadi dalam tiga fase, yakni bernafas, transpor gas melalui sistem sirkulasi, dan pertukaran gas antara kapiler darah dengan sel tubuh.
Pada fase pertama, saat manusia menghirup udara, oksigen akan masuk kedalam paru-paru. Sementara itu, ada saat menghembuskan udara, karbondioksida dikeluarkan dari paru-paru ke lingkungan luar. Pada fase kedua, berlangsung transfor gas melalui sistem sirkulasi yang di mulai dari proses difusi oksigen dari paru-paru ke kapiler darah. Oksigen tersebut di bawah oleh hemogoblin darah ke sel-sel tubuh. Pada saat bersamaan darah juga berperan dalam transfor karbon dioksida dari jaringan ke paru-paru. Pada fase ketiga, terjadi pertukaran gas di dalam jaringan tubuh. Sel-sel penyusun jaringan tubuh menerima oksigen dari darah dan melepaskan karbon dioksida ke darah. Oksigen di dalam sel-sel tubuh di gunakan untuk pembakaran molekul-molekul makanan untuk memperoleh energi (respirasi seluler).

mekanisme pertukaran gas

a.    Pertukaran gas di Paru-Paru
Pertukaran gas di dalam paru-paru  di sebut juga dengan alveolus yang terjadi secara difusi. Udara yang kita hirup mengandung banyak oksigen (sekitar 21 persen) dan sedikit karbon dioksida (sekitar 0,003 persen). Sementara itu, darah yang mengalir ke alveolus mengandung sedikit oksigen dan banyak karbon dioksida. Adanya gradien konsentrasi tersebut menyebabkan oksigen (O2) Berdifusi dari alveolus ke dalam darah dan sebaliknya karbon dioksida (CO2) berdifusi dari dalam darah ke alveolus.

Oksigen yang berdifusi ke dalam darah umumnya berkaitan dengan hemogoblin membentuk oksihemoglobin di dalam eritrosit. Setiap eritrosit mengandung lebih kurang 250 juta molekul hemogoblin dan setiap eritrosit mampu membawa lebih dari 1 miliyar molekul O2.

oksi 1

b.    Pertukaran gas di Jaringan
Darah mengalir meninggalkan paru-paru menuju jaringan tubuh. Di dalam jaringan terjadi respirasi seluler yang di tandai dengan pelepasan O2 dan peningkatan CO2.

Setelah O2 di lepas dari oksihemogoblin, O2 keluar meninggalkan sel darah menuju cairan jaringan. Selanjutnya, O2 Masuk ke sel-sel tubuh.

oksi 2

Pada saat yang sama, CO2 dari sel-sel tubuh masuk kedalam darah. Sebagian kecilnya bergabung dengan hemogoblin membentuk ikatan karboksihemogoblin. Kebanyakan CO2 Masuk kedalam pelasma darah dan berikatan dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3). Selanjutnya asam karbonat terurai menjadi ion hidrogen dan ion bikarbonat.

oksi 3

Reaksi diatas biasanya dipercepat oleh enzim karbonat anhidrase yang terdapat didalam eritosit. Ion H yang di bebaskan mengubah pH darah secara drastis. Selanjutnya ion H diserap oleh globin, sedangkan ion bikarbonat berdifusi keluar dari eritrosit dan masuk ke plasma darah. Ion H yang bergabung dengan hemogoblin di sebut dengan hemogoblin tereduksi yang di simbolkan dengan HHb. Senyawa HHb ini sangat berperan dalam menjaga pH normal darah.

Pada saat darah masuk kedalam kapiler paru-paru, sebagian besar CO2 adalah dalam bentuk ion bikarbonat. Selanjutnya, ion ini memperoleh hidrogen yang berasal dari hemogoblin tereduksi.

oksi 4

Baca Juga :

Bagian Sel Saraf
Klasifikasi Fungi
Pengertian Ribosom
Jaringan Dewasa

Senyawa CO2 yang di bebaskan akan berdifusi keluar dari darah menuju alveolus. Kemudian CO2 Masuk kedalam saluran respirasi hingga mengalir kembali ke lingkungan. Reaksi di atas juga di percepat oleh enzim yang sama, Yaitu karbonat anhidrase.

Incoming search terms:

  • pertukaran gas
  • proses pertukaran gas
  • pertukaran gas sewaktu bernapas terjadi pada
  • pertukaran gas pada alveoli paru paru terjadi secara
  • mekanisme pertukaran gas
  • jelaskan tahapan pertukaran gas pada pernapasan manusia
  • pertukaran gas terjadi pada bagian
  • proses pertukaran gas di alveolus
  • perTukaran gas pada paru paru terjadi di bagian
  • tahapan pertukaran gas pada pernapasan manusia
Pertukaran Gas Di Dalam Tubuh Manusia | yasri | 4.5