Pengertian Dan Fungsi Membran Sel (Selaput Plasma)

Fungsi Membran Sel – Di kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk kembali membahas mengenai sel, yang mana jika sobat telah membaca artikel yang ada di website ini tentu sobat akan memahaminya, terlebih untuk sobat yang sedang mencari informasi mengenai sel. Dan pada postingan kali ini saya akan mencoba untuk membahas mengenai Fungsi Membran sel, baiklah untuk tidak memperpanjang artikel ini mari kita langsung saja membacanya di bagian bawah ini.

Taukah sobat Membran sel merupakan bagian terluar dari sel. Fungsinya penting bagi sel, Diantaranya sebagai Brikut ini.
– Mengontrol atau mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dengan lingkunganya.
– Menjadi tempat reaksi seperti reaksi terhadap cahaya matahari dan reaksi oksidasi dalam respirasi.
– Sebagai reseptor atau penerima rangsang dari luar, seperti hormon dan bahan kimia lainya, baik zat tersebut berasal dari lingkungan luar sel ataupun bagian lain dari dalam sel itu sendiri.
– Sebagai pelindung sel agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel
– Mengontrol zat-zat yang akan masuk maupun yang akan keluar meninggalkan sitoplasma.

membran sel

Membran sel tersusun atas lipida dan Protein sehingga sering disebut selaput lipoprotein. Sebagai selaput pelindung sekaligus pengontrol pertukaran zat dari dan kedalam sitoplasma. membran sel memiliki sifat yang khas. Pada umumnya air, Oksigen, dan zat makanan dapat masuk melewati selaput plasma. Sedangkan zat-zat sisa metabolisme dan bahan-bahan yang membahayakan sel dapat keluar melalui selaput plasma.
Pada awalnya banyak Ilmuan menyangka bahwasanya selaput plasma bersifat semipermeabel, artinya hanya dapat dilewati oleh air berserta zat halus yang terlarut didalamnya, Misalnya gas. Sebenarnya selaput plasma secara aktif menentukan zat-zat mana yang dapat melaluinya dan sekaligus menahan zat-zat mana yang tidak dapat melaluinya. Berdasarkan kenyataan ini para pakar menyebutnya sebagai selaput yang bersifat diferensial semipereabel atau selektif peremeabel. Dengan cara inilah selaput plasma berusaha mempertahankan bentuk dan reaksi-reaksi kimia dalam sel agar dapat berjalan terus.

Transpor Melalui Selaput Plasma
Pada makhluk bersel banyak, Transportasi jarak jauh di dalam tubuhnya dan transportasi jarak dekat melalui selaput plasmanya merupakan masalah yang kompleks. Dalam Transportasi, Keleluasaan gerakan molekul atau ion melalui selaput membran merupakan hal yang penting. Ada beberapa manfaat keleluasaan gerak zat itu bagi sel, Diantaranya untuk :
– Menjaga kesetabilan pH yang cocok
– Menjaga Konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim
– Memperolah pasokan zat makanan, Bahan energi, dan bahan mentah lainya
– Membuang sisa metabolisme yang bersifat racun
– Memasok ion-ion yang penting untuk kegiatan saraf dan otot

Adanya selaput plasma yang ketebalanya hanya 5-10 nm (nano-meter, 1 nm = 1 X 10 Pangkat -9 m) dan dengan struktur kimianya yang khas, merupakan penghalang pergerakan molekul zat atau ion.
Gerakan zat melalui membran dibedakan menjadi dua macam, Yaitu Gerakan pasif yang tidak membutuhkan energi dan gerakan aktif yang membutuhkan energi. Termasuk gerakan pasif adalah Difusi dan Osmosis, sedangkan yang temasuk gerakan aktif adalah transpor aktif dan eendositosis atau eksositotis. Dalam beberapa hal, Kombinasi transpor aktif dan pasif dapat terjadi.
Mari kita lihat langung penjelasan satu-persatu dari macam-macam gerak di selaput plasma.

a. Difusi
Difusi adalah perpindahan zat (gas, cair, atau zat-zat padat) dari larutan berkadar atau berkerapatan tinggi ke larutan berkadar atau berkerapatan rendah atau not sehingga kerapatan atau kadaar larutan tersebut sama dimana-mana.
dalam kehidupan sehari-hari, peristiwa difusi terjadi dimana-mana. Molekul teh dan gula dalam air akan selalu bergerak dari larutan yang kerapatanya lebih tinggi ke larutan yang kerapatanya lebih rendah sehingga zat-zat tersebut tersebar merata. Kejaian semacam ini juga berlangsung di dalam sel.
Kecepatan divusi zat yang terlarut sangat berfariasi. ada zat yang prosesnya lambat, ada pula beberapa jenis ion tertentu dan molekul asam amino terlarut yang bergerak lebih cepat. zat-zat terlarut yang halus seperti H2O, CO2, dan O2 dapat dengan mudah melewati membran, Sehingga didalam tubuh kadar zat-zat tersebut di berbagai jaringan cenderung sama kerapatanya.

b. Osmosis
Osmosis adalah perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang kerapatanya rendah ke larutan yang kerapatanya tinggi melewati membran semipermeabel. Dalam biologi osmosis juga dapat berarti difusi air keluar masuk sel.
Pada sel tumbuhan, Kalau keluarnya air terus menerus maka suatu ketika akan terjadi plasmolisis, yakni lepasnya selaput plasma atau membran sel.
Transpor zat secara difusi dan osmosi tidak memerlukan energi dan prosesnya berlangsung selama terjadi perbedaan kadar larutan sitoplasma dengan larutan air disekitarnya. Proses ini akan berhenti mena kala terjadi keseimbangan.

c. Transpor Aktif
Transpor aktif adalah transpor yang membutuhkan energi utuk keluar masuk ion atau molekol zat melalui selaput plasma. Transpor aktif berjalan kearah melawan kecenderungan alami, artinya transpor aktif berjalan dari larutan yang kerapatanya lebih rendah ke larutan yang kerapatanya lebih tinggi. transpor ini di pengaruhi oleh muatan listrik di dalam dan di luar sel. Muatan listrik tersebut terutama di tentukan oleh ion-ion Natrium (Na+), Kalium (K+) dan Klor (C1+). masuk dan keluarnya natrium dan kalium di lakukan oleh pompa Natrium dan Kalium dengan energi yang diperoleh dari ATP. Pompa Na+ dan K+ memompa keluar sel ion Na+ dan memompanya masuk ke dalam sel ion K+.
Keberadaan ion K+ Dan Na+ didalam tubuh organisme sangat besar manfaatnya, Diantara lain yaitu :
– Konsentrasi ion K+ yang tinggi sangat diperlukan untuk sintesis protein, glikolilsis, fotosintesis, dan proses vital lainya.
– Keberadaan ion Na+ dan K+ berperan untuk mengendalikan pengaturan osmosis
– Ion K+ dan Na+ juga penting untuk mempertahankan kegiatan listrik dalam sel saraf dan memacu transpor aktif bagi zat-zat lain seperti glukosa dan asam amino.

Sumber energi aktif adalah ATP atau Adenosin Tri-Fosfar. Contoh transpor aktif yang penting, antara lain transpor glukosa melalui selaput plasma. Glukosa merupakan zat yang sangat diperlukan oleh sel tetapi tidak dapat masuk menembus selaput plasma. Oleh sebab itu, perlu di angkut secara aktif oleh sel, dengan menggunakan energi pengaktifan yang berasal dari hasil pemecahan ATP.
Disamping adanya energi pengaktifan, didalam selaput plasma juga terdapat substansi pembawa.

d. Endositosis dan Eksositosis
Endositosis dan Eksositosis adalah peristiwa memasukan dan mengeluarkan zat padat atau tetes cairan melalui membran, Misalnya pada amoeba, paramecium dan sel-sel tertentu dari tubuh verteberata. Misalnya sel darah putih. Khusus endositosis pada penangkapan kuman oleh sel darah putih yang seing di sebut fagositosis.
Eksositosis terjadi dalam beberapa sel kelenjar atau sel sekresi. Misalnya sel-sel kelenjar pencernaan yang menghasilkan getah pencernaan yang mengandung enzim. Getah yang di hasilkan di keluarkan dari sel melalui membran dan bekerja di luar sel.

Baca Juga :
Sejarah Penemuan Sel


Bagian-Bagan Sel Tumbuhan

Sekian atikel yang lumayan panjang ini, semoga apa yang saya berikan di artikel ini bisa bermanfaat untuk sobat semuanya, Jika ada silap kalimat, saya mohon maaf dan jika ada silap dalam penulisan di kalimat-kalimat yang ada di atas mohon dikoreksinya, terima kasih banyak.

Incoming search terms:

  • fungsi selaput plasma
  • selaput plasma
  • selaput sel
  • fungsi selaput sel
  • Apa fungsi selaput plasma
  • pengertian dan fungsi membran sel
  • pengertian selaput sel
  • fungsi selaput plasma adalah
  • selaput membran
  • pengertian dan fungsi membran plasma
Pengertian Dan Fungsi Membran Sel (Selaput Plasma) | yasri | 4.5