Pengertian Arthropoda, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranan

Filum yang akan kita bahas berikutnya adalah filum yang paling besar dalam kerajaan hewan, yaitu arthtopoda. Dalam topik ini kita akan membahas mengenai Pengertian Arthropoda, ciri-ciri, klasiikasi, reproduksi, dan peranannya dalam kehidupan manusia. Tapi sebelum kalian membaca artikel ini ada baiknya jika kalian Bagikan artikel ini kepada teman-teman yang lain juga, agar nantinya Bisa lebih bermanfaat untuk Kita semuanya, Nah jika sudah kita langsung saja ya Melihat artikelnya di bawah ini.

Pengertian Arthropoda

Pengertian Arthropoda
Menurut wikipedia Artropoda adalah filum yang paling besar dalam dunia hewan dan mencakup serangga, laba-laba, udang, lipan, dan hewan sejenis lainnya. Artropoda biasa ditemukan di laut, air tawar, darat, dan lingkungan udara, termasuk berbagai bentuk simbiosis dan parasit. Kata artropoda berasal dari bahasa Yunani √°rthron, “ruas, buku, atau segmen”, dan pous (podos), “kaki”, yang jika disatukan berarti “kaki berbuku-buku”. Artropoda juga dikenal dengan nama hewan berbuku-buku atau hewan beruas.

Karakteristik yang membedakan arthropoda dengan filum yang lain yaitu: tubuh bersegmen, segmen biasanya bersatu menjadi dua atau tiga daerah yang jelas, anggota tubuh bersegmen berpasangan (asal penamaan Arthropoda), simetribu bilateral, eksoskeleton berkitin.

Klasifikasi Arthropoda
Artropoda umumnya diklasifikasikan dalam lima filum, yang salah satunya telah punah:

1. Trilobitomorpha adalah filum yang terdiri atas banyak spesies laut yang telah punah
2. Arachnida meliputi laba-laba, tungau, kalajengking, dan organisme lain yang terkait. Karakteristik mereka adalah memiliki kalisera, yaitu tambahan di atas/di depan mulut. Kalisera pada kalajengking tampak seperti cakar kecil yang digunakan untuk makan, tetapi kalisera pada laba-laba telah berkembang menjadi taring yang menyuntikkan racun.
3. Myriapoda meliputi kaki seribu, lipan, dan kerabatnya. Mereka memiliki banyak segmen tubuh, setiap segmen memiliki satu atau dua pasang kaki. Mereka kadang-kadang dikelompokkan dengan hexapoda
4. Krustasea umumnya adalah hewan air (kecuali kutu kayu) dan karakteristiknya adalah memiliki tambahan biramous. Termasuk dalam Crustacea adalah lobster, kepiting, teritip, udang, dan banyak lainnya.
5. Hexapoda meliputi serangga dan tiga ordo kecil hewan mirip serangga dengan enam kaki toraks. Mereka kadang-kadang dikelompokkan dengan myriapoda, dalam sebuah kelompok yang dinamakan Uniramia, meskipun bukti genetik lebih cenderung mendukung pengelompokan yang lebih dekat antara hexapoda dan crustace.

Ciri- Ciri Arthropoda

1. Kelas Crustacea

Ciri-ciri Kelas Crustacea antara lain :
Pada umumnya hidup di air laut, mulai dari pantai hingga di laut dalam. Namun, ada juga yang hidup di air tawar dan di darat terutama di tempat-tempat yang lembab.
Tubuhnya memiliki kepala yang menyatu dengan dada, disebut cephalothoraks. Cephalothoraks memiliki 5 pasang kaki dan terdapat 2 pasang antenna di anterior.
Abdomen mempunyai segmentasi yang jelas dan terdapat telson pada ujungnya. Telson adalah suatu segmen terakhir tubuh Crustacea setelah abdomen, membentuk ekor kipas. Ada yang menganggap bahwa telson adalah segmen terakhir dari tagma abdomen, tetapi ada pula yang menganggap bahwa telson bukan bagian dari tagma abdomen.
Alat geraknya mengalami modifikasi, sesuai dengan fungsinya.
Contoh hewan dari Kelas Crustacea adalah udang windu (Penaeus monodon), lobster (Panulirus humarus), dan kepiting bakau (Scylla cerata).

2. Kelas Myriapoda
Ciri-ciri Kelas Myriapoda antara lain :

  • Semua anggotanya hidup di darat.
  • Tubuhnya terdiri dari caput (kepala) yang memiliki sepasang antena, sepasang mata, dan 2 atau 3 pasang rahang.
  • Badannya terbagi ke dalam ruas-ruas dengan ukuran yang relatif sama, masing-masing memiliki sepasang kaki.
  • Kelas Myriapoda dibagi menjadi 2 subkelas, yaitu Diplopoda dan Chilopoda.

3. Kelas Arachnida
Ciri-ciri Kelas Arachnida antara lain :

  • Tubuh terbagi atas kepala yang menyatu dengan dada (cephalothoraks) dan perut (abdomen).
  • Bagian abdomen terdiri dari beberapa segmen, kadang-kadang cephalothoraks dan abdomen menyatu.
  • Pada cephalotoraks terdapat sepasang cheli cera (alat gerak pertama), sepasang pedipalpus (alat gerak ke dua) yang berbentuk capit, dan 4 pasang kaki.
  • Arachnida tidak mempunyai antena.
  • Kelas Arachnida diklasifikasikan menjadi 3 ordo, yaitu Scorpionida (kalajengking), Araneida (laba-laba), dan Acarina (kutu tungau atau caplak).

4. Kelas Insecta (Hexapoda)
Kelas Insecta [adalah hewan dari Filum Arthropoda yang sering kita sebut sebagai serangga. Ciri-ciri kelas insecta yaitu:

  • Memiliki 3 pasang kaki, sehingga disebut juga heksapoda. Kelas Insecta merupakan kelas dengan keanekaragaman tertinggi di antara kelas-kelas yang lain. Penyebaran Insecta sangat luas, dari perairan hingga puncak gunung, dari khatulistiwa hingga ke kutub. Jumlah spesiesnya juga cukup banyak.

Reproduksi Arthropoda
Arthropoda bereproduksi secara generatif. Pada umumnya gonokoris atau alat kelamin terletak pada individu yang berbeda, namun ada pula yang hermafrodit. Reproduksi Arthropoda dapat terjadi melalui perkawinan (kopulasi) dan partenogenesis. Partenogenesis adalah pembentukan individu baru tanpa melalui pembuahan, di mana sel telur yang tidak dibuahi oleh sperma akan tumbuh menjadi individu jantan yang memiliki jumlah kromosom separuh dan individu betina.

Peranan Arthropoda

1. Peranan Arthropoda yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut:

  • Sumber makanan yang mengandung protein tinggi, contohnya udang windu (Penaeus monodon), Panulirus homarus (lobster), kepiting (Scylla serrata), rajungan (Portunus), laron, dan gangsir.
  • Menghasilkan madu, contohnya lebah madu (Apis mellifera).
  • Bahan pakaian sutera, contohnya kepompong ulat sutra (Bombyx mori).
  • Membantu penyerbukan tanaman.
  • Serangga predator sebagai pemberantas hama tanaman secara biologi.

2. Peranan Arthropoda yang merugikan, antara lain sebagai berikut.

  • Perusak tanaman, yaitu semua larva atau ulat pemakan daun, wereng, dan belalang.
  • Inang perantara (vektor) penyakit, misalnya nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah,
  • Anopheles sebagai vektor penyakit malaria, lalat rumah (Musca domestica) sebagai vektor penyakit tifus, lalat tse-tse (Glossina morsitans) sebagai vektor penyakit tidur, dan laba-laba Dermacentor variabilis sebagai vektor demam Rocky Mountain dan tularemia.
  • Parasit pada manusia, contohnya caplak penyebab kudis (Sarcoptes scabiei), nyamuk, dan kutu rambut kepala (Pediculus humanus capitis)
  • Merusak kayu bangunan, misalnya rayap.
  • Pengebor kayu galangan kapal atau perahu, contohnya Crustacea kelompok Isopoda (Limnoria lignorum).

Demikianlah pembahasan tentang Arthropoda mulai dari pengertian arthropoda, ciri-ciri, klasifikasi, reproduksi, dan peranan yang merugikan serta menguntungkan bagi kehidupan manusia. Semoga bermanfaat.

Incoming search terms:

  • klasifikasi arthropoda
Pengertian Arthropoda, Ciri-ciri, Klasifikasi, Reproduksi, dan Peranan | yasri | 4.5