Pembahasan Lengkap Sistem Ekskresi Pada Manusia

Sahabat genggaminternet.com Pembahasa kali ini adalah mengenai sistem ekskreasi, tepatnya sistem ekskreasi pada manusia. jika sebelumnya kita sudah membahas secara tuntas mengenai sistem Pencernaan pada hewan baik itu Hewan Avertebrata maupun hewan Vertebrata, maka sekarang tiba saatnya kita membahas tentang Sistem pengeluaran Manusia. yang mana pembahasanya dapat sobat langsung simak di bawah ini.

Taukah sobat Istilah Ekskresi di gunakan untuk menunjukan proses pembersihan hasil metabolisme dengan cara mengeluarkanya dari dalam tubuh manusia itu sendiri. sedangkan metabolisme merupakan suatu proses kimia yang terjadi didalam tubuh manusia. Proses tersebut berupa pemecahan senyawa organik kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana (katabolisme) dengan menghasilkan energi untuk kegiatan hidup makhluk tersebut dan membangun kembali senyawa sederhana menjadi senyawa yang lebih kompleks (anabolisme) dengan menggunakan energi. Proses metabolisme tersebut juga menghasilkan sistem metabolisme berupa Karbon Dioksida (C02) dan Urea. Sisa metabolisme tersebut perlu di keluarkan dari tubuh agar tidak mengganggu fungsi tubuh karena Bersifat racun.

Sistem Ekskresi Manusia

Taukah sobat ada beberapa organ yang di gunakan untuk mengeluarkan sisa hasil metabolisme dari dalam tubuh manusia yang dinamakan sistem Ekskresi, Organ ekskresi pada manusia yakni, Ginjal, Paru-Paru, Kulit dan Hati. Agar sobat lebih jelas mari kita bahas secara tuntas satu persatu tentang Sistem Ekskresi di bawah ini.

1. GINJAL

Ginjal di sebut juga dengan buah pinggang yang terdiri atas dua buah di dalam rongga perut bagian belakang, persisnya berada di kiri kanan dekat dengan tulang pinggang. Fungsi ginjal adalah untuk menyaring zat-zat sisa yang terkandung dalam darah. Darah mengandung berbagai zat, seperti sisa hasil metabolisme, hasil pembongkaran sel-sel darah atau sel-sel tubuh yang rusak, atau zat-zat lain seperti sisa-saia obat-obatan yang tidak berguna bagi tubuh manusia. Zat yang tidak berguna akan di keluarkan bersama Urine, sebelum di keluarkan, Urine di tampung terlebih dahulu dalam kandung kemih. Selain berfungsi sebagai penyaring, ginjal juga berfungsi untuk menghasilkan bahan-bahan aktif, seperti Eritroprotein yang berfungsi merangsang pembentukan darah.

sistem eksresi ginjal

Taukah sobat Ginjal tersusun dari tiga bagian, yakni kulit ginjal (korteks), Sumsum ginjal(medula) dan rongga ginjal (pelvis). Korteks tersusun dari badan Malpighi yang jumlahnya jutaan dan pembuluh darah kapiler. Bagian medula tersusun daru tubulus yang merupakan kelanjutan dari pembuluh kapsul Bowman (tubulus kontortus) dan pembuluh darah kapiler. Bagian pelvis merupakan rongga yang berguna untuk menampung urine sementara. selanjutnya urina akan di teruskan ke saluran menuju kangun kemih.

Pada bagian kulit ginjal terdappat alat penyaring darah yang di sebut dengan Nefron. Nefron tersusun dari badan Malpigihi yang jumlahnya jutaan. Masing-masing badan malpighi tersusun dari tubulus kecil yang di sebut dengan glomerulus dan bangunan seperti mangkuk yang di sebut dengan Kapsul Bowman. pada badan Malphigi inilah terjadi penaringan (filtrasi) darah. Lamdimgam darah yang bermolekul kecil, seperti air, garam, gula dan Urea mengalami Filterasi. Sel-sel darah dan protein memiliki ukuran yang besar sehingga tidak ikut terfiltrasi. Filtrat hasil filtrasi dari glomerulus masuk kedalam rongga kapsul Bowman. Filtrat itu di sebut dengan Filtrat Glomerulus atau Urine Primer.

Selanjutnya, Urine primer akan mengalir melalui tubulus kontortus, pada bagian awal tubulus kontortus yang di sebut bagian proksimal terjadi penyerapan kembali (reabsorbsi) zat-zat yang di perlukan tubuh. Penyerapan kembali tersebut di gunakan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. setelah terjadi penyerapan kembali, terbentuklah urine sekunder atau filtrat tubullus. selanjutnya urine sekunder setelah mencapai bagian akhir tubulus kontortus yang di sebut bagian distal(tubulus kontortus distal) akan mengalami penambahan(sekresi) zat-zat yang tidak di perlukan tubuh dan penyerapan air (augmentasi). Penambahan zat-zat yang tidak di gunakan tubuh dan penyerapan kembali air pada tubulus kontortus bagian distal tersebut juga di maksudkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. setelah penambahan zat-zat dan penyerapan air kembali, terbentuklah urine sesungguhnya, yang kemudian di keluarkan dari tubuh. Urine dari ginjal akan di salurkan melalui ureter yang akan bermuara pada kandung kemih. Urine dari kandung kemih disalurkan melalui ureta keluar dari tubuh.

2. Paru-Paru

Hasil metabolisme berupa karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) di keluarkan dari tubuh melalui paru-paru. sebagai bukti bahwa udara pernapasan mengandung air adalah dengan cara meniup kaca atau cermin. Kaca atau cermin yang di tiup akan menjadi buram oleh titik-titik air. Bukti untuk menujukan bawha udara pernapasan banyak mengandung karbon dioksida (CO2) adalah dengan meniupkan udara pernapasan melalui pipa pada air kapur, air kapurnya akan menjadi keruh.

Peroses metabolisme dalam sel akan menghasilkan karbon dioksida dan air. karbon dioksida dan air di keluarkan dari sel-sel tubuh dan masuk kedalam aliran darah. darah yang membuat karbon dioksida dan air mengalir kembali ke jantung. darah yang banyak mengandung karbon dioksida dan air masuk kedalam serambi kanan jantung, selanjutnya masuk kebilik kanan jantung. dari bilik kanan jantung darah yang banyak mengandung karbon dioksida dan air tersebut keluar menuju ke paru-paru. akhirnya, sampai pada pembuluh darah sangat halus yang berada mengelilingi alveulus. Alveulus adalah gelembung-gelembuung kecil rongga paru-paru.

Sistem Ekskresi paru paru

Darah yang ada di dalam pembuluh kapiler di sekitar alveulus lebih banyak mengandung karbon dioksida dibanding dengan kandungan karbon dioksida yang terdaat dalam rongga alveulus. Karbon dioksida yang ada dalam aliran darh pada pembuluh kapiler memiliki tekanan parsial yang lebih tinggi di bandingkan karbon dioksida yang ada dalam alveulus. Akibatnya, karbon dioksida dalam aliran darah yang ada dalam pembuluh kapiler akan berdivusi melalui dinding pembuluh kapiler dan dinding alveulus menuju rongga alveulus. agar karbon dioksida dapat berdivusi melalui dinding sel, baik sel pembuluh kapiler maupun sel alveulus harus dalam keadaan terlarut dalam air. Oleh karena itu, dinding sel pembuluh kapiler dan dinding sel alveulus harus dalam keadaan dilapisi lapisan air atau dalam keadaan lembab. Akhirnya, dari alveulus, karbon diksida dan air di alirkan keluar melalui trakea, hidung, dan kelaur dari tubuh manusia.

3. KULIT

Kulit merupakan lapisan tipis yang mnutupi seluruh permukaan tubuh manusia. kulit mempunyai fungsi untuk melindungi tubuh dari gangguan lingkungan, seperti gesekan dan benda keras, sinar yang terlalu kuat, kuman penyakit, panas, dan pengaruh zat kimia, sebagai tempat penyimpanan air dan sebagai tempat penyimpanan lemak yang utama pada tubuh. sebagai indra peraba, sebagai tempat pembentukan Vitamin D dengan bantuan sinar matahari. selain itu kulit juga berfungsi sebagai alat ekskresi, yaitu alat pengeluaran zat sisa metabolisme melalui keringat.

Sistem Ekskresi Pada kulit

Kulit tersusun atas tiga lapisan, Yakni Ari(Epideris), Kulit Jangat(Dermis) dan Jaringan Ikar bawah kulit.

Hasil metabolisme berupa air (H2O) akan dikeluarkan dari tubuh. slain di keluarkan melalui ginjal sebagai urine dan melalui paru-paru sebagai uap air, air sisa metabolisme di keluarkan juga melalui kulit berupa keringat, kelejar keringat tersebar merata di seluru kulit tubuh manusia. Kelenjar keringat berbentuk pembuluh panjang, pangkalnya menggulung pada bagian dermis dan ujungnya memanjang keluar pada permukaan kulit. pangkal kelenjar keringat yang menggulung tersebut berhubungan dengan pembuluh kapiler darah. air sisa metabolisme yang terbawa sampai pada pembuluh kapiler tersebut meresap masuk kedalam kelenjar keringat. selanjutnya, air keringat akan mengalir melalui pembuluh keringat keluar tubuh sampai pada permukaan kulit dan kulit menjadi basah oleh keringat. Bersamaan dengan meresapnya air dari pembuluh kapiler kedalam kelenjar keringat, ikut serta larutan garam ( Terutama garam dapur) dan urea.

Pengeluaran keringat oleh kelenjar keringat sebenarnya untuk menjaga suhu tubuh agat konstan. Jika udara sangat panas, maka kulit akan mengeluarkan keringat. Panas pada udara di sekitar akan di gunakan untuk menguapkan air keringat  pada kulit. akibatnya kulit tidak terkena panas karena panas udara di pakai untuk menguapkan keringat.

Pengeluaran keringat yang berlebihan, baik itu di sebabkan oleh udara sekitar yang panas maupun bekerja berat dapat mengurangi air dan garam dalam tubuh sehingga dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Keluarnya keringat yang berlebihan dari tubuh harus segera di ganti dengan cara minum yang banyak sebab jika tidak di ganti dapat mengakibatkan tubuh kekurangan cairan dan garam-garaman.

4.  HATI

Hati memupunyai banyak fungsi, di antaranya adalah Sebagai tempat menyimpan gula dalam bentuk glikogen, tempat berlangsungnya pembentukan dan peromakan protein, menetralkan racun-racun yang ikut masuk dalam tubuh. perombacakan sel-sel darah yang telah mati, dan sebagai alat ekskresi.  Hati sebagai alat Ekskresi menghasilkan cairan empedu sebagai hasil perombakan sel darah merah yang rusak dan urea hasil perombakan dari protein.

Sel darah merah yang telah rusak akan di rombak dalam hati. Bagian sel darah merah yang di sebut dengan hemoglobin diurai menjadi zat besi(Fe), Globin, dan hemin. Zat besi akan di kembalikan ke sumsum tulang untuk membentuk hemoglobin sel darah merah baru. Globulin akan di gunakan untuk membentuk hemoglobin baru. hemin akan di urai menjadi zat warna empedu yang dinamakan bilirubin dan biliverdin. Zat warna empedu itu bersama-sama dengan cairan empedu akan dialirkan ke usus halus. Garam-garam empedu akan berguna untuk pencernaan lemak, sedangkan zat warna empedu akan di buang bersama feses dan urine.

Sistem Ekskresi pada hati

Zat warna empedu itulah yang menyebabkan feses dan urine berwarna kuning-kekuningan. jika terjadi gangguan, misalnya terjadi penyumbatan sehingga cairan empedu tidak dapat masuk ke usus, maka cairan empedu akan mengalir ke dalam darah yang mengakibatkan darah berwarna kekuningan dan feses menjadi berwarna coklat keabu-abu.

Protein yang ada dalam makanan akan di rombak menjadi asam amino, asam amino tersebut akan disintesis kembali menjadi protein yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Asam amino dari protein makanan yang tidak disentesis menjadi protein baru akan diubah menjadi energi atau ditimbun dalam tubuh sebagai lemak.

Pengubahan asam amino menjadi energi atau lembak akan menghasilkan sisa yang mengandung nitrogen, yakni gugus amino (-NH). Dalam hati, gugus amino di gabung dengan karbon dioksida  menjadi urea. Urea itu selanjutanya akan di salurkan ke ginjal dan dari ginjal di salurkan ke kandung kemih untuk di keluarkan dari tubuh.

Taukah Sobat .??

^ Hati adalah Organ Tubuh Terbesar, Berat hati orang dewasa melebihi 1,5 kg.
^ Panjang Ginjal Kira-kita 10 cm dan lebarnya 4 cm. Ginjal berisi kira-kira satu juta alat penyaring yang sangat kecil, di sebut dengan nephros.
^ Kencing manis di sebabkan oleh kekurangan hormon insulin, ditandai dengan kencingnya manis di buktikan dengan cara kencing itu di semuti.

Materi Referesnsi :

Anggota IKAPAI. 2006. IPA TERPADU 3A. Jakarta: Yudistira. Halaman : 3- 10.

Nah itu dia Materi Rangkuman tentang Sistem Ekskresi Pada Manusia, Semoga sobat terbantu dalam mengerjakan tugas kali ini ya, rajin-rajinlah dalam belajar agar kelak bisa mendapatkan hasil yang maksimal. sobat boleh saja mengcopy artikel ini jika untuk keperluan sekolah, dan akan lebih baik jika di bagikan atau di cantumkan sumber dari website ini ya, karena itu akan membantu website ini semakin di kenal orang, agar admin makin semangat nulis berbagai artikelnya, terima kasih.

Incoming search terms:

  • bagaimana cara sistem ekskresi menjaga keseimbangan cairan tubuh
  • cara sistem ekskresi menjaga keseimbangan cairan tubuh
  • sistem ekskresi hati
  • pembahasan sistem ekskresi
  • pembahasan sistem
  • pembahasan ipa tentang sistem ekskresi manusia
  • materi lengkap sistem ekskresi pada ginjal
  • gambar ekskresi kulit
  • gambar alat ekresi k
  • ekskresi adalah keseimbangan cairan
Pembahasan Lengkap Sistem Ekskresi Pada Manusia | yasri | 4.5