Lembaga Keuangan Non Bank

Di hari pillkada serentak di seluruh Indonesia ini akan lebih baik jika kita mencoba untuk membahas masalah ekonomi karena pilkada tentu tidak akan jauh dari yang namanya Ekonomi, bahkan ketika kampanye masalah Ekonomi pasti akan menjadi sorotan yang paling utama, nah di kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk membahas artikel yang berjudul, Lembaga Keuangan Non Bank yang ada di Indonesia, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba untuk menjabarkan tentang Lembaga Keuangan Non Bank yang memberikan Kredit, Pengertian Lembaga keeuangan non bank, atau lembaga keuangan bukan bank kesemuanya akan coba kita bahas satu-persatu dan semoga saja waktu kita cukup untuk menjelaskan kesemua itu, terlebih ada sobat yang bertanya mengenai Lembaga keuangan non bank syariah. nah untuk sobat yang penasaran dengan semua itu mari kita langsung saja melihat penjelasanya di bagian bawah ini, langsung saja di simak ya sob.

lembaga keuangan

Taukah sobat lembaga keuangan merupakan suatu badan yang melalui kegiatanya di bidang keuangan dapat menarik atau menyalurkan uang kepada masyarakat. Lembaga keuangan yang paling utama adalah bank. selain bank, ada juga lembaga keuangan bukan bank, lembaga keuangan bukan bank di singkat dengan LKBB merupakan badan usaha yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkanya kembali kepada masyarakat.

A. Pengertian Lembaga Keuangan Bukan Bank

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-38/MK/IV/1972, lembaga keuangan bukan bank (LKBB) adalah semua lembaga (badan) yang melakukan kegiatan dalam bidang keuangan yang secara langsung atau tidak langsung menghimpun dana dengan cara mengeluarkan surat-surat berharga, kemudian menyalurkan kepada masyarakat terutama untuk membiayai investasi perusahaan-perusahaan.

B. Dasar Hukum Lembaga Keuangan Bukan Bank

Taukah sobat Lembaga keuangan bukan bank di Indonesia berkembang sejak tahun 1972. Dasar hukum lembaga keuangan bukan bank adalah Surat Keputusan Menteri Keuangan No.38/KMK/IV/I1972 yang kemudian diubah dengan Keputusan Menteri Keuangan No.280/KMK.01/1989 tentang pengawasan dan pembinaan lembaga keuangan bukan bank dan peraturan perundang-undangan lain yang berkaitan dengan usaha yang dijalankan.

C. Tujuan dan Fungsi Lembaga Keuangan Bukan Bank

Tujuan lembaga keuangan bukan bank adalah untuk memberikan bantuan serta mendorong perkembangan pasar modal untuk membentuk permodalan perusahaan-perusahaan yang memiliki ekonomi rendah. Baiklah sobat mari kita langsung simak Fungsi dari lembaga keuangan Bukan Bank berikut ini :

  1. Memberikan modal kepada masyarakat ekonomi lemah untuk membangun usaha dengan tujuan agar mereka tidak http://genggaminternet.com/wp-admin/post-new.phpterbelit utang dengan para rentenir.
  2. Mengumpulkan dana terutama dengan cara mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya kepada masyarakat terutama guna membiayai investasi perusahaan.
  3. Memperlancar pembangunan industri maupun ekonomi lewat pasar modal.
  4. Memberikan kredit kepada masyarakat ekonomi rendah. Namun kredit disini ada yang bersifat menjamin surat berharga dan ada juga yang tidak.

D. Bentuk Usaha Lembaga Keuangan Bukan Bank

Baiklah sobat Adapun bentuk usaha lembaga keuangan bukan bank adalah sebagai berikut ini :

  • Berbadan hukum indonesia yang didirikan oleh warga negara Indonesia
  • Berbadan hukum Indonesia dalam bentuk kerja sama dengan badan hukum asing.
  • Berbadan hukum asing dalam bentuk perwakilan dan lembaga keuangan yang berkedudukan di luar negeri.

E. Prinsip-Prinsip Lembaga Keuangan Bukan Bank

Dalam melaksanakan kegiatannya, lembaga keuangan bukan bank memegang prinsip sebagai berikut ini :

  1. Mengetahui nasabah (latar belakang, identitas, rekening, dan transaksi).
  2. Melaporkan transaksi keuangan yang mencurigakan misalnya untuk kegiatan terorisme.

F. Jenis-Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank

a. Perusahaan Asuransi

Menurut Undang-Undang No. 2 Tahun 1992, asuransi adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Perusahaan asuransi adalah lembaga yang menghimpun dana melalui penarikan premi asuransi dan menjanjikan akan memberi sejumlah ganti rugi apabila terjadi suatu peristiwa atau musibah yang menimpa pihak yang ikut program asuransi. Dana yang dihimpun perusahaan asuransi umumnya diinvestasikan dalam surat berharga atau dipinjamkan kepada pihak lain. Jenis asuransi dapat berupa asuransi kejiwaan, asuransi pendidikan, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan, dll. Dengan asuransi, diharapkan masyarakat dapat berkurang bebannya saat tulang punggung keluarga terkena musibah atau saat suatu benda berharga mengalami kerusakan total yang tidak disengaja.

b. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi simpan pinjam adalah suatu lembaga keuangan berbentuk koperasi yang usahanya di bidang perkreditan atau simpan pinjam dengan tujuan membantu memperbaiki keadaan ekonomi dan kesejahteraan anggotanya. Syarat pinjaman biasanya mudah, tanpa jaminan, dan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam juga dapat menumbuhkan minat menabung dan gaya hidup hemat. Sumber dana koperasi simpan pinjam adalah simpanan pokok (dibayar saat pertama kali menjadi anggota), simpanan wajib, simpanan suka rela, bantuan pemerintah, hibah, dana cadangan koperasi, dan modal pinjaman dari pihak lain.

c. Lembaga Pembiayaan Pembangunan dan Lembaga Perantara Penerbitan serta Perdagangan Surat Berharga

Lembaga-lembaga ini menghimpun dana dari dalam dan luar negeri dengan jalan mengeluarkan surat atau kertas-kertas berharga, melaksanakan usaha sebagai makelar dan komisioner, dan menjadi pedagang dalam pasar modal. Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau kepentingan lain.

d. Dana Pensiun

Menurut UU No. 11 Tahun 1992, dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program yang menjanjikan dana pensiun. Pegawai negeri sipil yang sudah pensiun/tidak bekerja akan memperoleh dana pensiun setiap bulan melalui Taspen. Dana ini diperoleh dari pemotongan gaji.

e. Perusahaan Umum Pegadaian

Perum Pegadaian adalah perusahaan umum milik pemerintah yang bertujuan memberikan pinjaman kepada perseorangan atau golongan ekonomi lemah yang nilai pinjamannya didasarkan pada nilai barang jaminannya. Pegadaian tidak memperhatikan penggunaan uang tersebut sehingga dapat digunakan untuk usaha perdagangan, industri rumah tangga, dan bahkan untuk keperluan konsumsi.

Tujuan pemerintah menyelenggarakan Perum Pegadaian adalah untuk membantu rakyat kecil dengan memberikan kredit/pinjaman agar terhindar dari kreditor liar yang meminjamkan uang dengan bunga sangat tinggi.

Jaminan kredit yang digadaikan dapat berupa benda bergerak (kendaraan, elektronik, atau perhiasan) atau tidak bergerak (tanah atau bangunan). Jangka waktu pinjaman biasanya selama kurang dari atau satu tahun. Jika dalam jangka waktu tertentu tidak dapat melunasi, maka jaminan kredit akan dilelang.

f. Leasing (Sewa Guna Usaha)

Leasing adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam bentuk penyediaan barang-barang modal yang dimanfaatkan oleh suatu perusahaan dalam tempo waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Pengguna leasing (lessee) membayar dengan jumlah yang telah ditentukan secara rutin kepada pemilik. Penggunaan peralatan terpisah dari kepemilikan.

g. Bursa Efek

Bursa efek adalah tempat bertemunya pihak yang menawarkan dana dengan pihak yang memerlukan dana. Tujuan bursa efek adalah untuk menghimpun dana lewat penjualan saham/obligasi/surat berharga guna membiayai kegiatan-kegiatan yang produktif.

Baca juga :

Permasalahan Ekonomi Indonesia
Pengertian Proses Bisnis
Ekonomi Komando
Wirausaha

Nah sobat genggam internet saya rasa untuk penjelasan kali ini kita cukupkan sampai di sini dahulu ya, semoga apa yang saya sampaikan kali ini bisa bermanfaat untuk sobat semuanya, dan jika sobat memiliki pertanyaan seputar artikel Lembaga Keuangan Non Bank atau lembaga keuangan bukan bank silahkan saja sobat tinggalkan di kotak komentar yang ada di bawah ini ya sob, InsyaAllah akan segera saya tanggapi. karena website ini hadir untuk selalu memberikan informasi yang akurat untuk sobat semuanya, terima kasih saya ucakpkan dan sampai bertemu lagi di lain kesempatan, terima kasih.

Incoming search terms:

  • pertanyaan tentang lembaga keuangan non bank
  • pertanyaan tentang lembaga keuangan bukan bank
  • non bank
  • lembaga keuangan syariah non bank
  • pertanyaan lembaga keuangan non bank
  • pertanyaan seputar lembaga keuangan non bank
  • pertanyaan tentang lembaga keuangan
  • pertanyaan mengenai lembaga keuangan non bank
  • pertanyaan seputar lembaga non bank
  • pertanyaan tentang bank dan industri keuangan non bank
Lembaga Keuangan Non Bank | yasri | 4.5