Keutamaan Dan Peristiwa Di Bulan Sya’ban

Sahabat Genggaminternet.com Bulan Sya’ban Merupakan bulan ke delapan di dalam Kalender Hijriyah, yang mana di dalam bulan ini terdapat keutamaan berserta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, yang tentu saja akan kita bahas secara tuntas di website ini. Nama Sya’ban itu sendiri diambil dari kata Sya’bun (Arab: شعب), yang memiliki arti kelompok atau golongan. Mengapa di namakan dengan Sya’ban.? hal ini karena pada bulan ini, masyarakat jahiliyah berpencar mencari air. Akan tetapi Ada pula yang mengatakan, mereka(masyarakat Arab) berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan antar suku. (Lisanul Arab, kata: شعب). Al-Munawi mengatakan, “Bulan Rajab menurut masyarakat jahiliyah adalah bulan mulia, sehingga mereka tidak melakukan peperangan. Ketika masuk bulan Sya’ban, bereka berpencar ke berbagai peperangan.” (At-Tauqif a’laa Muhimmatit Ta’arif, Hal. 431).

bulan sya'ban

Bulan Sya’ban Berada di antara dua bulan penting yang sangat di perhatikan umat muslim yakni antara bulan Rajab dan Juga Bulan Ramadhan, Sehingga Rasulullah mengatakan bahwasanya bulan Sya’ban ini merupakan bulan yang sering di lupakan oleh umat manusia, yang beradara antara bulan rajab yang sering di perhatikan karena salah satu bulan Haram sementara Ramadhan karena adanya kewajiban puasa sebulan penuh di dalamnya.

Hadist Sahih Seputar Bulan Sya’ban

Dari A’isyah radliallahu ‘anha, beliau mengatakan :

يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.’” (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

A’isyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (H.R. Al Bukhari dan Msulim)

A’isyah mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan syaban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan syaban sampai 30 hari.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Ummu Salamah radliallahu ‘anha mengatakan,

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ

“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan ramadhan.” (H.R. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)

Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya,

Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.’” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dansanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al Albani)

Dari Abu Musa Al Asy’ari radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluqnya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, At Thabrani, dan disahihkan Al Albani)

Itu merupakan Hadist sahih yang bisa di jadikan Rujukan umat Muslim saat menyambut datangnya bulan sya’ban, sementara itu Ada Beberapa peristiwa dan kejadian-kejadian penting yang terjadi di bulan Sya’ban, di antarnya sebagai berikut

Peristiwa Peristiwa Di Bulan Sya’ban

1. Kiblat dipindah dari Baitul Maqdis ke Ka’bah

Makkah - Kabah

Ketika kaum Muslimin Hijrah ke kota Madinah maka pada saat itu kaum muslimin sholat menghadap baitu al-maqdis yang mana pada saat itu juga Kiblat kaum yahudi juga menghadap baitu al-maqdis, tentu saja kaum yahudi melihat ini sebagai suatu kesempatan untuk mengolok-olok dan menghina kaum muslimin, Mereka kaum Yahudi mengatakan, katanya Muhammad membawa risalah dan agama baru yang lengkap. Tapi ternyata kiblat mereka masih menggunakan kiblatnya orang Yahudi, yaitu Baitul Maqdis. hal ini tentu sangat menyakitkan hati kaum Muslimin, akan tetapi keimanan yang kukuh dalam hati orang – orang muslim menjadikan mereka tetap teguh menjalankan perintah Allah ta’ala meski mendapatkan hinaan dan celaan dari musuh – musuh Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Tidak tega melihat umatnya selalu di Hina, kemudian Beliau berdo’a untuk meminta segera di angkat Hinaan itu dan juga meminta untuk memindahkan arah kiblat ke arah kabah kembali. Allah ta’ala mengabulkan do’a dari nabi mulia ini dan menjadikan ka’bah sebagai kiblat kaum muslim.Hal ini dijelaskan dalam surat al-Baqoroh ayat 144 :

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاء فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَ حَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهُ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُوْنَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ وَ مَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ

“Sesungguhnya Kami lihat muka engkau menengadah-nengadah ke langit, maka Kami palingkan­ lah engkau kepada kiblat yang engkau ingini. Sebab itu palingkanlah muka engkau ke pihak Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu semua berada palingkanlah mukamu ke pihaknya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab mengetahui bahwa­sanya itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan tidaklah Allah lengah dari apapun yang kamu amalkan”.

Al-Imam al-Qurthubi dalam al-Jami’ li-ahkami al-Qur’an mengutip dari Abu hatim al-Basti bahwa umat Islam sholat menghadap ke baitul maqdis selama tujuh belas bulan 3 hari,Hal ini di karenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah pada hari senin dua belas Rabi’ul Awwal kemudian Allah memerintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap ka’bah pada hari senin pertengahan bulan Sya’ban.

2. Diwajibkan puasa bulan Ramadhan

Pada bulan Sya’ban tahun kedua Hijriah umat Islam mulai diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadhan, hal ini tentu harus selalu di ingat oleh kaum muslimin.

3. Turun Ayat Shalawat

Allah ta’ala menurunkan ayat tentang perintah membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shollallu , yaitu ayat: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab;56).

Karena turunnya ayat ini pada bulan Sya’ban sebagian Ulama menyebut Sya’ban dengan bulan shalawat dan menganjurkan memperbanyak membacanya di bulan ini.

4. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Sayyidatuna Hafshah binti Umar radhiyallahu ‘anhuma

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan Sayyidatuna Hafshah binti Umar radhiyallahu anhuma pada bulan Sya’ban tahun ketiga Hijriyah. Hafshah binti Umar radhiyallahu anhuma adalah janda dari Khunais bin Hadafah yang meninggal setelah kembali dari perang Badar.

5. Perang Badar kedua (as-sughra)
6. Kelahiran Sayyidina Abdullah ibn az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma
7. Kelahiran Sayyidina al-Husain ibn Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhum  
8. Perang Bani al-Musthaliq
9. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menikah dengan sayyidah Juwairiyah bintu al-Harist radhiyallahu ‘anha    
10. Peristiwa  al-Ifki (Dusta )

Setelah perang bani al-Mustholiq terjadi peristiwa dusta yaitu fitnah yang disebarkan oleh Abdullah bin Ubay yang mengatakan sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha berselingkuh dengan Shafwan bin Mu’aththal. Namun Allah ta’ala akhirnya menurunkan ayat  11 – 13 surat an-Nur yang menjelaskan bahwa sayyidah Aisyah bersih dari semua tuduhan keji ini. Orang yang terlibat dalam penyebaran berita ini dihukum cambuk 80 kali, mereka adalah Misthah bin Utsatsah, Hamnah binti Jahsyi, dan Hasan bin Tsabit.Hadist ifki ini terjadi pada bulan sya’ban tahun keenam Hijriyah.

11. Pengiriman Pasukan Abdurrahman bin Auf ke Daumatul Jandal
12. Pengiriman pasukan Ali bin Abi Thalib ke Bani Sa’ad bin Bakr di Fadak
13. Pengiriman Pasukan Umar bin Khathab ke Thurobah
14. Pada bulan Sya’ban tahun ketujuh Hijriah sayyidinaa Umar bin Khathab radhiyallahu ‘anhu diutus bersama tiga puluh orang ke Thurobah.
15. Pengiriman pasukan Basyir bin Sa’ad al-Ansyori ke Fadak tahun ke-7 Hijriah
16. Pengiriman pasukan Abu Bakar as-Sidiq ke Najed tahun ke-7 Hijriah
17. Pengiriman pasukan Abi Qotadah ke Hadhirah tahun ke-8 Hijriah
18. Sayyidah Ummu Kultsum putri Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam wafat
19. Kelahiran Sayyidinaa Ali Zainal Abidin ibn Husain ibn Ali radiyallahu ‘anhum
20. Sayyidatuna Hafshah bintu Umar ibn Khathab radiyallahu ‘anhuma wafat

Itu adalah Hikmah serta Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di bulan sya’ban, yang mana bulan ini kadang di indonesia di sebut dengan bulan Ruwah, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran yang terjadi ini, mari persiapkan diri kita untuk menyambut bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan menjelang, mari mulai perbaiki diri kita untuk menjadi pribadi yang mulia yang bermanfaat untuk umat manusia, dan semoga amal dan Ibadah yang selama ini kita lakukan di terima Oleh Allah, saya rasa artikel kali ini saya cukupkan sampai di sini, kita akan bertemu lagi di artikel mendatang, terima kasih sudah membaca di website genggaminternet.com

Incoming search terms:

  • sejarah bulan syaban
  • peristiwa di bulan syaban
  • peristiwa bulan syaban
  • peristiwa di bulan sya\ban
  • peristiwa yang terjadi pada bulan syaban
  • sejarah bulan sya\ban
  • kapan terjadi bulan syaban
  • kapan terjadinya bulan syaban
  • kejadian pada bulan syakba
  • kejadian pada bulan syaban
Keutamaan Dan Peristiwa Di Bulan Sya’ban | yasri | 4.5