Identifikasi Peristiwa dan Peninggalan Sejarah

Identifikasi Peristiwa dan Peninggalan Sejarah – Di dalam bumi Indonesia terpendam tulang belulang berbagai Jenis manusia purba. Selama lebih dari satu juta tahun, Indonesia menjadi tempat berbagai kegiatan manusia di dunia. Meskipun fosil-fosil purbakala juga ditemukan di daerah-daerah Afrika dan Cina, Indonesia memiliki catatan berkelanjutan paling panjang didunia penghunian manusia, sejak munculnya manusia purba, masa mengenal bercocok tanam, pengembangan teknologi perunggu dan besi, memasuki zaman kesenian klasik, zaman Islam, Masa Kolonial, dan akhirnya masa kemerdekaan setelah Perang Dunia II. Walaupun tidak ada satu situs tunggal yang mengandung bukti-bukti mengenai semua tahapan sejarah indonesia, Situs-situs serupa mewakili semua tahapan dapat ditemukan berdekatan satu sama lain.

Dalam lapisan bumi paling atas, akan menemukan campuran kaca, logam, arang, tulang dan Gerabah yang merupakan peninggalan kehidupan awal industrilisasu abad ke-19 dan ke-20. Semakin dalam menggali akan mendapati tulang-tulang dan sisa-sisa tumbuhan semakin menghilang.

Kehidupan Manusia Purba

Bagian atas lapisan zaman moderen awal terdapat artefak-artefak seperti uang logam dan gerabah yang menunjukan kehadiran bangsa Eropa. Bila terus menggali, Artefak-artefak Eropa akan menjadi semakin jarang, sampai akhirnya tidak ada sama sekali. Meskipun artefak-artefak Eropa tidak ditemukan lagi, apa bila menggali lebih dalam kita akan menemukan bukti adanya kehidupan perkotaan yang aktif, berbagai kegiatan industri, serta perdagangan internasional.Pecahan artefak yang paling sering ditemukan. Pecahan-pecahan itu memperlihatkan berbagai bentuk gerabah yang dibuat oleh para perajin Indonesia, dan banyak jenis lagi yang di datangkan dari Cina. Uang logam buatan Cina atau setempat sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Ditemukan pula bukti-bukti pengerjaan logam oleh pandai-pandai logam.

Temuan alat pintal dari tanah liat merupakan bukti pentingnya pemintalan dan penenunan dalam perekonomian masyarakat setempat. Namun seperti halnya buku dan catatan zaman itu, kain-kain tenun tersebut sudah lama musnah karena lapuk.

Penemuan sepotong batu dengan tulisan terukir, sunggu merupakan suatu kemajuan. Jenis prasasti yang paling mungkin ditemukan pada lapisan ini adalah batu nisan dari zaman Islam awal. Pada tahun 1600, Islam merupakan agama yang dianut sebagian besar bangsa indonesia. Peninggalan awal perkembangan isllam meliputi uang-uang logam dengan aksara arab yang dikeluarkan oleh salah satu diantara kerjaan-kerajaan di masa itu.

Lapisan tanah berikutnya mewakili masa peralihan dari masa Hindu-Buddha serta tradisi keagamaan masyarakat pribumi yang berkembang sebelumnya. Artefak-artefak keislaman masih dapat ditemukan sampai lapisan yang mewakili tahun 1300 M, tetapi sebagian besar bukti yang ditemukan pada lapisan itu menunjukan bahwa penduduk di situs tersebut merupakan pemuja roh non-Islam yang juga tidak dikenal oleh penganut agama Hindu-Budha moderen. Selama periodisasi Klasik Akhir, bangsa Indonesia beralih kepemujaan Dewa-dewa yang dihubungkan dengan kepercayaan terhadap keabadian yang kekal dan kesuburan. Meskipun nama-nama dewa di ambil dari India, patung-patun dan perlengkapan telah mengalami perubahan sedemikian rupa sehingga tidak dapat dikenali oleh bangsa-bangsa dari luar Indonesia.

Patung-patung jarang ditemukan pada lapisan ini. Pada periode klasik, sebagian besar masyarakat indonesia percaya bahwa patung tidak dibutuhkan untuk menerangi jiwa. Hanya pada lapisan abad ke-14, arca-arca baru mulai lebih sering muncul. Mungkin kita dapat menemukan tulisan pada batu atau perunggu peninggalan tertulis yang ada kebanyakan berisi catatan mengenai sumbangan yang diberikan oleh para bangsawaan kepada lembaga keagamaan. Dari sini dapat disimpulkan struktur kerajaan dan jenis-jenis pekerjaan, namun dalam kasus tertentu kita dapat membacakan catatan tentang peristiwa yang nyata. Kita tidak akan pernah menemukan uraian yang menjelaskan aspek kehidupan sehari-hari seperti rumah-rumah rakyat atau pakaian yang mereka kenakan. Peninggalan tertulis yang ada menitik beratkan pada masalah-masalah keagamaan kalangan bangsawan. Kecuali catatan-catatan yang dibuat pengunjung-pengunjung dari cina dan arab, Hanya penelitian arkologi kita yang dapat memberi gambaran tentang keadaan kehidupan rakyat Indonesia.

Uang logam cina masih dapat ditemukan sampai tahun 1300 M, namun adapula suatu masa yang tidak ada gerbah cina. Keramik muangtahi dan Vietnam menggantikanya dan mendampingi gerabah asli Indonesia. Lapisan ini mewakili abad ke 15 ketika cina melakukan masa Isolasi dan para pembuat Keramik dari negara-negara asia tenggara lainnya secara aktif menyerbu pasar Indonesia.

Sebagian besar artefak yang ditemukan mempunyai ciri-ciri kebudayaan daerah setempat, kebanyakan merupakan gerabah buatan setempat. Gerabah sumatera biasanya di beri hiasan pada pola hiasan tenun dan pola hias di tatap. Gerabah jawa mungkin di cat merah dan di gosok hingga mengkilap. Namun demikian, pada banyak situs di Indonesia artefak-artefak berciri lokal bahkan sampai maluku di bagian timur dan sumatera di bagian barat, Mungkin ada satu atau dua artefak yang mempunyai ciri-ciri budaya jawa. Sejak akhir abad ke-13, Jawa berkembang menjadi kekuatan politik yang dominan di kepulauan Indonesia. Jawa sudah lebih padat penduduknya dibanding dengna daerah-daerah lain, sementara itu gagasan untuk mempersatukan wilayah yang terbentang dari sumatera dan semenanjung malaka sampai kebagian barat samudra pasifik sudah tampak sebagai cita-cita yang wajar. Cita-cita ini diwujudkan oleh Kerajaan Majapahit pada abad ke-14. Dalam hal ini, Majapahit belum mampu menciptakan kerangka yang kuat untuk suatu sistem pemerintah pusat. Citra Kepulauan Indonesia sebagai kesatuan budaya dan Politik bertahan hingga 600 Tahun kemudian, melewati masa-masa pertikaian dipemerintah kolonial, sampai konsep “Kesatuan Nusantara”.

Seandainya kita menemukan reruntuhan bangunan, pastilah reruntuhan tersebut bekas candi yang terbuat dari batu bata atau batu. Selain candi, ada satu jenis lain yang di buat dari batu atau bata di Indonesia zaman pramoderen, yaitu tempat mandi atau pemandian, berfungi untuk mengambil air untuk keperluan rumah tangga ataupun untuk mandi dan mungkin berfungsi untuk keagamaan. Istana-istana raja tampaknya dibuat dari kayu sebab belum pernah ada arkolog yang menemukan instana kuno di Indonesia. Di Jawa Timur telah ditemukan daerah permukiman, tetapi belum diketahui siap yang menghuni rumah-rumah tersebut. Rumah dengan lantai batu atau bata, saluran air, sumur dan perlengkapan lain.

Kehidupan perkotaan di Jawa dan Sumatera tampaknya dimulai pada abad ke-13 atau awal abad ke-14. Secar arkeologis, kehidupan perkotaan dapat dikenali dari ciri-ciri rumah yang dibuat dari bahan-bahan setengah permanen dan ada peralatan rumah tangga yang di buat secara massal.

Kita menggali lebih dalam lagi, dibawah lapisan abad ke-14. Lapisan berikutnya yang mewakili abad ke-13 tidak banyak berbeda dengan abad ke-14. Diatasnya, berisi artefak-artefak sejenis bagian candi, Bukti perdagangan dengan cina, Perluasan wilayah orang jawa, dan budaya-budaya setempat. Dibagian bawah lapisan tanah ini, mewakili abad ke-13 kita melihat perubahan yang tiba-tiba. Uang logam cina praktis hilang, Namun porselen cina masih muncul. Penggalian di Jawa tidak akan menemukan reruntuhan candi, tetapi di sumatera kita temukan sia-sia bangunan suci agama Budha. di Jawa kita akan menemukan contoh-contoh patung keagamaan baik Budha maupun Hindu yang lebih banyak dan bagus dari pada masa sesudahnya, Berupa ukiran batu atau perunggu cetak yang indah. Beberapa patung perunggu atau batu memiliki tulisan yang diukir dengan huruf hias. Belum ada bukti adanya perumahan kelas menengah pada periode ini, mungkin karena dibangun karena bahan-bahan mudah rusak, misalnya kayu dan bahan anyaman.

Abad ke-11 dan ke-12 Menandai perubahan jenis lain. Bila menggali menembus lapisan antara tahun 1200 M akan melihat adanya kerajaan-kerajaan kecil. Hal itu, bukan suatu masa “kemisikinan” disamping patung-patung, prasasti, candi-candi disumatera, kita mempunyai banyak naskah sastra yang di tulis pada periode ini banyak situs mempunyai bukti bahwa perdagangan maritim juga berkembang. Pertikaian politik ketika itu tidak disertai dengan kemadegan ekonomi dan budaya, melainkan merupakan periode dengan kegiatan luar biasa di bidang seni, intelektual, perniagaan, dan Keagamaan.

Pada kedalaman yang setara, Sastra dalam tahun 1000M (sumatera) atau tahun 900 M (jawa) kita akan menemukan bukti artistik dan epigrafik tentang adanya persatuan politik yang lebih besar. Jaran ada reruntuhan candi di sumatera. Namun patung-patung terutama untuk pemujaan agama budha menunjukan bahwa sumatera merupakan bagian dari suatu gaya artistik yang berkaitan dengan jaringan internasional budha dalam jalur pelayaran dan perdagangan, yang meliputi wilayah besar berbentuk segi tiga dengan satu sudut berada di India barat laut, satu sudut di jepang dan sudut ketiga di Bali.

Di jawa, kita menemukan bagian-bagian bangunan keagamaan dan patung-patung agama budha, atau hindu terbuat dari batu vulkanik atau andesit. Gaya berkaitan dengan beberapa daerah di asia selatan, dari seri langka samai benggala, tetapi dengan mutu ukiran dan rancangan paling tidak setara dengan contoh terbaik dari negara asal kedua agama tersebut. Bukti lain adanya hubungan dengan daratan asia agak terbatas, prasasti-prasasti dengan bentuk huruf yang berasal dari india, namun sudah dipengaruhi oleh gaya setempat, penggunaan bahasa setempat, dengan banyak sisipan sangsekerta. pada bagian paling atas terdapat beberapa keramik cina.

Pada lapisan lebih dalam lagi merupakan klasik Awal (600 M-900 M) di jawa ditemukan bukti-bukti berkembangnya Kerajaan Mataram yang bercorak hindu dan Budha. Pada lapisan praklastik tidak ditemukan bukti disebagian besar daerah indonesia adanya hubungan dengan dunia diluar asia tenggara. Patung-patung hindu budha dan prasasti-prasasti mulai hilang. pada zaman praklasik ini, hanya ditemukan beberapa artefak yang menunjukan adanya hubungan perdagangan dengan bebrapa bagian dunia yang agak jauh. Hal ini dibuktikan dengan ditemukanya pecahan gerabah dan manik-manik kaca atau batu dari asia selatan.

Zaman proto sejarah dan Pra sejarah akhir terdiri atas benda-benda upacara, seperti benda-benda perunggu seperti Dong Son (Vietnam) selain itu ditemukan tradisi penguburan dan disertai adanya bekal kubur, yang berupa batu Indah yang telah digosok halus dalam bentuk mata kapak atau perhiasan emas yang dibentuk menjadi wajah manusia.

Dengan melanjutkan penggalian kebawah lapisan proto sejarah kita memasuki lapisan pra sejarah. Dari hasil penggalian pada lapisan ini ditemukan benda-benda yang berbeda-beda tergantung dari wilayah yang kita gali. Diwilayah timur nusantara ditemukan situs dengan barang-barang persembahan berupa kendi dan keramik, diwilayah barat ditemukan makam berlapis lempengan batu yang diluksi adegan-adegan mitologo setempat. Lebih dalam lagi kita temukan alat-alat batu atau alat-alat tulang.

Baca juga :

 

Incoming search terms:

  • apakah fungsi tujuan identifikasi peristiwa sejarah dan peninggalan sejarah
  • mengidentifikasi peristiwa sejarah
  • Identifikasi Sejarah
  • identifikasi seja
  • identifikasi peninggalan sejarah berupa benda dan karya seni
  • indetivikasi sejarah
  • fungsi tujuan identifikasi peristiwa sejarah dan peninggalan sejarah
  • peninggalan masa proto sejarah
  • identifikasi peristiwa sejarah indonesia
  • identifikasi dalam sejarah
Identifikasi Peristiwa dan Peninggalan Sejarah | yasri | 4.5